Sabtu, 21 Juni 2008

smk muhahammadiyah 4 samarinda

BAB I

PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG

Sejak bergulirnya era reformasi di negeri ini, dunia pendidikan juga mengalami perubahan. Salah satu perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan kebijakan yang bersifat sentralistik menjadi desentralistik. Sejalan dengan diberlakukannya UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, yang menegaskan bahwa, pendidikan merupakan usaha sadar den terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (pasal 1 butir 1). Selain itu dalam pasal 4 ayat (4) undang-undang tersebut dinyatakan bahwa paradikma pembiasaan yang harus dibangun adalah pemebrian keteladanan, pembangunan kemauan dan pengembangan kreativitas dalam konteks kehidupan sosial kultural sekolah.
Selain itu dalam Peraturan Menterei Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi disebutkan bahwa, Pengembangan Diri merupakan salah satu komponen struktur kurikulum setiap satuan pendidikan. Oleh karena itu disusunlah Model Pengembangan Diri, untuk memberi contoh bagi guru di sekolah dalam menyusun program kegiatan penengembangan diri, pelaksanaan, dan penilaiannya.

B. LANDASAN

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 butir 6 yang mengemukakan bahwa konselor adalah pendidik, Pasal 3 bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, dan Pasal 4 ayat (4) bahwa pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran, dan Pasal 12 Ayat (1b) yang menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya.

2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 5 s.d Pasal 18 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.

3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, yang memuat pengembangan diri peserta didik dalam struktur kurikulum setiap satuan pendidikan difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan.

4. Dasar Standarisasi Profesi Konseling yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Tahun 2004 untuk memberi arah pengembangan profesi konseling di sekolah dan di luar sekolah.


C. PENGERTIAN

Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler. Di samping itu, untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir. Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.

Kegiatan pengembangan diri berupa pelayanan konseling difasilitasi/ dilaksanakan oleh konselor dan kegiatan ekstra kurikuler dapat dibina oleh konselor, guru dan atau tenaga kependidikan lain sesuai dengan kemampuan dan kewenangnya. Pengembangan diri yang dilakukan dalam bentuk kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstra kurikuler dapat mengembangkan kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.

D. TUJUAN

Tujuan Umum

Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah.

2. Tujuan Khusus

Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan:
a. Bakat
b. Minat
c. Kreativitas
d. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan
e. Kemampuan kehidupan keagamaan
f. Kemampuan sosial
g. Kemampuan belajar
h. Wawasan dan perencanaan karir
i. Kemampuan pemecahan masalah
j. Kemandirian


E. RUANG LINGKUP

Pengembangan diri meliputi kegiatan terprogram dan tidak terprogram. Kegiatan terprogram direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pribadinya. Kegiatan tidak terprogram dilaksanakan secara lansung oleh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah yang diikuti oleh semua peserta didik.

Kegiatan terprogram terdiri atas dua komponen:

Pelayanan konseling, meliputi pengembangan:
a. kehidupan pribadi
b. kemampuan sosial
c. kemampuan belajar
d. wawasan dan perencanaan karir
Ekstra kurikuler, antara lain meliputi kegiatan:

a. kepramukaan
b. latihan kepemimpinan, kegiatan ilmiah remaja, palang merah remaja
c. seni, olahraga, cinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan

F. BENTUK-BENTUK PELAKSANAAN

1. Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok, dan atau klasikal melalui penyelenggaraan:

a. layanan dan kegiatan pendukung konseling
b. kegiatan ekstra kurikuler.

2. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut.

a. Rutin, adalah yaitu kegiatan yang dilakukan secara terjadwal dan terus menerus, seperti: upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri.
b. Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti: pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran).
c. Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari yang dapat dijadikan teladan, seperti: berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu.

BAB II

PENGEMBANGAN DIRI
MELALUI PELAYANAN KONSELING

A. STRUKTUR PELAYANAN KONSELING

Pelayanan konseling di sekolah/madrasah merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik, secara individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik.

Pengertian Konseling

Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.

2. Paradigma, Visi, dan Misi

a. Paradigma

Paradigma konseling adalah pelayanan bantuan psiko-pendidikan dalam bingkai budaya. Artinya, pelayanan konseling berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan dan teknologi pendidikan serta psikologi yang dikemas dalam kaji-terapan pelayanan konseling yang diwarnai oleh budaya lingkungan peserta didik.

b. Visi

Visi pelayanan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia.

c. Misi

1) Misi pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku afektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan.
2) Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah/madrasah, keluarga dan masyarakat.

3) Misi pengentasan masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.

3. Tugas Perkembangan Peserta Didik SMK
Arah pelayanan konseling dalam mencapai visi dan misi di atas didasarkan pada pemenuhan tugas-tugas perkembangan peserta didik SMK, yaitu:
a. Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b. Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya, serta kematangan dalam peranannya sebagai pria atau wanita.
c. Mencapai kematangan pertumbuhan fisik yang sehat.
d. Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi dan seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir atau melanjutkan pendidikan tinggi, serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas.
e. Mencapai kematangan dalam pilihan karir.
f. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, intelektual dan ekonomi.
g. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
h. Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual, serta apresiasi seni.
i. Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai.


4. Bidang Pelayanan Konseling

a. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik.

b. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.

c. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri.

d. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.



5. Fungsi Konseling
a. Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya.
b. Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.
c. Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya.
d. Pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.
e. Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.

6. Prinsip dan Asas Konseling
a. Prinsip-prinsip konseling berkenaan dengan sasaran layanan, permasalahan yang dialami peserta didik, program pelayanan, serta tujuan dan pelaksanaan pelayanan.
b. Asas-asas konseling meliputi asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan, kegiatan, kemandirian, kekinian, kedinamisan, keterpaduan, kenormatifan, keahlian, alih tangan kasus, dan tut wuri handayani.

7. Jenis Layanan Konseling

a. Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.

b. Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, diklat, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.

c. Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok diklat, jurusan/program studi, program latihan, PSG, dan kegiatan ekstra kurikuler.

d. Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

e. Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.

f. Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan diklat, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.

g. Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.

h. Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.

i. Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka.


8. Kegiatan Pendukung

a. Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes.
b. Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia.
c. Konferensi Kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifat terbatas dan tertutup.
d. Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya.
e. Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan diklat, dan karir/jabatan.
f. Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.

9. Bentuk Kegiatan

a. Individual, yaitu bentuk kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan.

b. Kelompok, yaitu bentuk kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok.

c. Klasikal, yaitu bentuk kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas.

d. Lapangan, yaitu bentuk kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan.

e. Pendekatan Khusus, yaitu bentuk kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan.


10. Program Pelayanan
a. Jenis Program
1) Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.
2) Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.
3) Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
4) Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
5) Program Harian, yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling.

b. Penyusunan Program
1) Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi.
2) Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas konselor.
(Lampiran 1 dan Lampiran 2a, 2b, 2c, dan 2d)


B. PERENCANAAN KEGIATAN

1. Perencanaan kegiatan pelayanan konseling mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran, bulanan serta mingguan.
2. Perencanaan kegiatan pelayanan konseling harian yang merupakan jabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG yang masing-masing memuat:
i. Sasaran layanan/kegiatan pendukung
ii. Substansi layanan/kegiatan pendukung
iii. Jenis layanan/kegiatan pendukung, serta alat bantu yang digunakan
iv. Pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat
v. Waktu dan tempat
(Lampiran 3)

Rencana kegiatan pelayanan konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab konselor. (Lampiran 1)
Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung konseling berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran.
Volume keseluruhan kegiatan pelayanan konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di sekolah/ madrasah.


C. PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, spontan, dan keteladanan.

2. Program pelayanan konseling yang direncanakan dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait.


Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Konseling

a. Di dalam jam diklat sekolah/madrasah:

1) Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas.
2) Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal
3) Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus.

b. Di luar jam diklat sekolah/madrasah:

1) Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan,, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas.

2) Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam diklat ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas.

3) Kegiatan pelayanan konseling di luar jam diklat sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling, diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah.

4. Kegiatan pelayanan konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). (Lampiran 4).

5. Volume dan waktu untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di dalam kelas dan di luar kelas setiap minggu diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah (Lampiran 5)

6. Program pelayanan konseling pada masing-masing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas, dan mensinkronisasikan program pelayanan konseling dengan kegiatan diklat mata diklat dan kegiatan ekstra kurikuler, serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah.


D. PENILAIAN KEGIATAN

1. Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui:

a. Penilaian segera (LAISEG), yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani.

b. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik.

c. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik.

2. Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG, untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan.

3. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG (Lampiran 4).


Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. (Lampiran 6 dan Lampiran 7)





E. PELAKSANA KEGIATAN

1. Pelaksana kegiatan pelayanan konseling adalah konselor sekolah/ madrasah.

2. Konselor pelaksana kegiatan pelayanan konseling di sekolah/madrasah wajib:

a. Menguasai spektrum pelayanan pada umumnya, khususnya pelayanan profesional konseling.

b. Merumuskan dan menjelaskan peran profesional konselor kepada pihak-pihak terkait, terutama peserta didik, pimpinan sekolah/ madrasah, sejawat pendidik, dan orang tua.

c. Melaksanakan tugas pelayanan profesional konseling yang setiap kali dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan, terutama pimpinan sekolah/madrasah, orang tua, dan peserta didik.

d. Mewaspadai hal-hal negatif yang dapat mengurangi keefektifan kegiatan pelayanan profesional konseling.

e. Mengembangkan kemampuan profesional konseling secara berkelanjutan.

Rincian kewajiban konselor Lampiran 8).
3. Beban tugas wajib konselor ekuivalen dengan beban tugas wajib pendidik lainnya di sekolah/madrasah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. (Lampiran 9a dan 9b)

4. Pelaksana pelayanan konseling


Pada satu SMK dapat diangkat sejumlah konselor dengan rasio seorang konselor untuk 150 orang peserta didik.


F. PENGAWASAN KEGIATAN

1. Kegiatan pelayanan konseling di sekolah/madrasah dipantau, dievaluasi, dan dibina melalui kegiatan pengawasan.

2. Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara:

a. interen, oleh kepala sekolah/madrasah.
b. eksteren, oleh pengawas sekolah/madrasah bidang konseling.

3. Fokus pengawasan adalah kemampuan profesional konselor dan implementasi kegiatan pelayanan konseling yang menjadi kewajiban dan tugas konselor di sekolah/madrasah.

4. Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.

5. Hasil pengawasan didokumentasikan, dianalisis, dan ditindaklanjuti untuk peningkatan mutu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di sekolah/madrasah.
BAB III

PENGEMBANGAN DIRI
MELALUI KEGIATAN EKSTRA KURIKULER



A. STRUKTUR KEGIATAN EKSTRA KURIKULER

Pengertian Kegiatan Ekstra Kurikuler

Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata diklat dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah.

Visi dan Misi

a. Visi

Visi kegiatan ekstra kurikuler adalah berkembangnya potensi, bakat dan minat secara optimal, serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik yang berguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

b. Misi

1) Menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka.

2) Menyelenggarakan kegiatan yang memberikan kesempatan peserta didik mengekspresikan diri secara bebas melalui kegiatan mandiri dan atau kelompok.

3. Fungsi Kegiatan Ekstra Kurikuler

a. Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat mereka.

b. Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik.

c. Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks, mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan.

d. Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik.




4. Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler
a. Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik masing-masing.
b. Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela oleh peserta didik.
c. Keterlibatan aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh.
d. Menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik.
e. Etos kerja, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil.
f. Kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat.

5. Jenis kegiatan Ekstra Kurikuler
a. Krida, meliputi Kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA).

b. Karya Ilmiah, meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian.

c. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi, meliputi pengembangan bakat olah raga, seni dan budaya, cinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan.

d. Seminar, lokakarya, dan pameran/bazar, dengan substansi antara lain karir, pendidikan, kesehatan, perlindungan HAM, keagamaan, seni budaya.

6. Bentuk Kegiatan

a. Individual, yaitu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan.

b. Kelompok, yaitu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik.

c. Klasikal, yaitu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas.

d. Gabungan, yaitu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik antarkelas/antarsekolah/madrasah.

e. Lapangan, yaitu bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau kegiatan lapangan.




B. PERENCANAAN KEGIATAN

Perencanaan kegiatan ekstra kurikuler mengacu pada jenis-jenis kegiatan yang memuat unsur-unsur:

1. Sasaran kegiatan

2. Substansi kegiatan

3. Pelaksana kegiatan dan pihak-pihak yang terkait, serta keorganisasiannya

4. Waktu dan tempat

5 Sarana

(Lampiran 10)


C. PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin, spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru, konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah.

2. Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan. (Lampiran 11)


D. PENILAIAN KEGIATAN

Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung jawab kegiatan.

(Lampiran 12,13, dan14)


E. PELAKSANA KEGIATAN

Pelaksana kegiatan ekstra kurikuler adalah pendidik dan atau tenaga kependidikan sesuai dengan kemampuan dan kewenangan pada substansi kegiatan ekstra kurikuler yang dimaksud.


F. PENGAWASAN KEGIATAN

1. Kegiatan ekstra kurikuler di sekolah/madrasah dipantau, dievaluasi, dan dibina melalui kegiatan pengawasan.





2. Pengawasan kegiatan ekstra kurikuler dilakukan secara:

a. interen, oleh kepala sekolah/madrasah.
b. eksteren, oleh pihak yang secara struktural/fungsional memiliki kewenangan membina kegiatan ekstra kurikuler yang dimaksud.

3. Hasil pengawasan didokumentasikan, dianalisis, dan ditindaklanjuti untuk peningkatan mutu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah/madrasah.









































LAMPIRAN
Lampiran 1 : Penugasan Pengasuhan kepada Konselor

PENUGASAN PENGASUHAN PESERTA DIDIK
KEPADA KONSELOR


SEKOLAH/MADRASAH
:
SMK Muhammadiyah 4
TAHUN DIKLAT
:
2007/2008
TINGKAT/PROG. KEAHLIAN
:

KONSELOR
:
Rahman, S.Pd

No.
Tingkat
Jumlah Siswa
Keterangan
1.




2.




3.




4.





Jumlah



Samarinda, Januari 2008
Kepala SMK Muhammadiyah 4




Drs. Sudiono Ngadimun, MM




Lampiran 2 a : Program Tahunan Pelayanan Konseling

PROGRAM TAHUNAN
PELAYANAN KONSELING

SEKOLAH/MADRASAH : SMK Muhammadiyah 4 BULAN : Januari 2008
TINGKAT/ PROG, KEAHLIAN : OT, GP MINGGU : I
KONSELOR : Rahman, S.Pd
No
Kegiatan
Materi Bidang Pengembangan
Pribadi
Sosial
Belajar
Karir
1
2
3
4
5
6
1.
Layanan Orientasi
Obyek-obyek pengembangan pribadi
Obyek-obyek pengembangan hubungan sosial
Obyek-obyek pengembangan kemampuan diklat
Obyek-obyek implementasi karir



(1)
(2)
(3)
(4)
2.
Layanan Informasi
Informasi tentang perkembangan, potensi, kemampuan dan kondisi diri
Informasi tentang potensi, kemampuan dan kondisi hubungan sosial
Informasi tentang potensi, kemampuan, kegiatan dan hasil diklat
Informasi tentang potensi, kemampuan, arah dan kondisi karir


(5)
(6)
(7)
(8)
3.
Layanan Penempatan/Penyaluran
Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan pribadi

Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan sosial
Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan diklat
Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan karir


(9)
(10)
(11)
(12)
4.
Layanan Penguasaan Konten
Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan pribadi

Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sosial

Kompetensi dan kebiasaan dalam kegiatan serta penguasaan bahan diklat

Kompetensi dan kebiasaan dalam pengembangan karir


(13)
(14)
(15)
(16)
5.
Layanan Konseling Perorangan
Masalah pribadi: dalam kehidupan pribadi
Masalah pribadi: dalam kehidupan sosial
Masalah pribadi: dalam kemampuan, kegiatan dan hasil diklat
Masalah pribadi: dalam pengembangan karir


(17)
(18)
(19)
(20)












6.
Layanan Bimbingan Kelompok
Topik tentang: Kemampuan dan kondisi pribadi
Topik tentang: Kemampuan dan kondisi hubungan sosial
Topik tentang: Kemampuan, kegiatan dan hasil diklat
Topik tentang: Kemampuan dan arah karir


(21)
(22)
(23)
(24)
7.
Layanan Konseling Kelompok
Masalah pribadi: dalam kehidupan pribadi
Masalah pribadi: dalam kehidupan sosial

Masalah pribadi: dalam kemampuan kegiatan diklat
Masalah pribadi: dalam pengembangan karir


(25)
(26)
(27)
(28)
8.
Layanan Konsultasi
Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi

Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan sosial
Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan diklat
Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik dalam pengembangan karir


(29)
(30)
(31)
(32)
9.
Layanan Mediasi

---
Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih
---
---


(33)
(34)
(35)
(36)
10.
Aplikasi Instrumentasi
Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah pribadi peserta didik

Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah hubungan sosial peserta didik

Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah belajar peserta didik

Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah karir peserta didik



(37)
(38)
(39)
(40)
11.
Himpunan Data
Data perkembangan, kondisi dan lingkungan diri pribadi
Data perkembangan, kondisi hubungan dan lingkungan sosial
Data kemampuan, kegiatan dan hasil diklat
Data kemampuan, arah dan persiapan karir


(41)
(42)
(43)
(44)
12.
Konferensi Kasus
Pembahasan kasus-kasus masalah pribadi tertentu yang dialami peserta didik

Pembahasan kasus-kasus masalah sosial tertentu yang dialami peserta didik

Pembahasan kasus-kasus masalah belajar tertentu yang dialami peserta didik

Pembahasan kasus-kasus masalah karir tertentu yang dialami peserta didik



(45)
(46)
(47)
(48)
13.
Kunjungan Rumah
Pertemuan dengan orang tua, keluarga, peserta didik yang mengalami masalah pribadi

Pertemuan dengan orang tua, keluarga, peserta didik yang mengalami masalah sosial

Pertemuan dengan orang tua, keluarga, peserta didik yang mengalami masalah diklat

Pertemuan dengan orang tua, keluarga, peserta didik yang mengalami masalah karir



(49)
(50)
(51)
(52)
14.
Tampilan Kepustakaan
Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan pribadi

Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kemampuan sosial
Bacaan dan rekaman tentang kemampuan dan kegiatan diklat
Bacaan dan rekaman tentang arah dan kehidupan karir


(53)
(54)
(55)
(56)
15.
Alih Tangan Kasus
Pendalaman penanganan masalah pribadi

Pendalaman penanganan masalah sosial
Pendalaman penanganan masalah diklat
Pendalaman penanganan masalah karir


(57)
(58)
(59)
(60)


Samarinda, Desember 2007
Konselor




Rahman, S.Pd

Materi Pengembangan:
(1) Layanan Orientasi: Obyek-obyek pengembangan pribadi, seperti:
— Fasilitas olah raga; latihan bina raga; bela diri.
— Sanggar seni dan budaya
— Tempat peribadatan
— Rehabilitasi penderita narkoba
(2) Layanan Orientasi: Obyek-obyek pengembangan hubungan sosial, seperti:
— Kegiatan gotong royong
— Perjamuan
— Seminar, lokakarya, diskusi, dan kegiatan kelompok lainnya
— Rapat besar
(3) Layanan Orientasi: Obyek-obyek pengembangan kemampuan belajar, seperti
— Kursus ketrampilan
— Lembaga bimbingan belajar
— Fasilitas belajar di sekolah
— Sekolah-sekolah/madrasah lain
— Perguruan tinggi
(4) Layanan Orientasi: Obyek-obyek implementasi karir, seperti:
— PSG (Pendidikan Sistim Ganda)
— Bengkel
— Perusahaan/pabrik, industri
— Kantor
— Perkebunan, pertanian, perikanan, pertambangan
(5) Layanan Informasi: Informasi tentang perkembangan potensi, kemampuan dan kondisi pribadi, seperti:
— Kecerdasan
— Bakat
— Minat
— Karakteristik pribadi; pemahaman diri
— Tugas perkembangan, tahap perkembangan
— Gejala perkembangan tertentu
— Perbedaan individual
— Keunikan diri
(6) Layanan Informasi: Informasi tentang potensi, kemampuan dan kondisi hubungan sosial, seperti:
— Pemahaman terhadap orang lain
— Kiat berteman
— Hubungan antarremaja
— Hubungan dalam keluarga
— Hubungan dengan guru, orangtua, pimpinan masyarakat
— Data sosiogram
(7) Layanan Informasi: Informasi tentang potensi, kemampuan, kegiatan dan hasil belajar, seperti:
— Kiat diklat
— Kegiatan diklat di dalam kelas
— Belajar kelompok
— Belajar mandiri
— Hasil belajar mata pelajaran
— Persiapan ulangan, ujian UAS dan UN
(8) Layanan Informasi: Informasi tentang potensi, kemampuan, arah dan kondisi karir, seperti:
— Hubungan antara bakat, minat, pekerjaan, dan pendidikan
— Persyaratan karir
— Pendidikan umum dan pendidikan kejuruan
— Informasi karir/pekerjaan/pendidikan
(9) , (10), (11), dan (12) Layanan Penempatan/Penyaluran: Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan pribadi, sosial, belajar, dan karir dapat dilakukan melalui penempatan di dalam kelas (berkenaan dengan tempat duduk), pada kelompok belajar; diskusi, PSG; krida; latihan keberbakatan//prestasi, kegiatan lapangan, kepanitiaan, serta kegiatan layanan bimbingan/konseling kelompok. Masing-masing penempatan/ penyaluran itu dapat dimaksudkan untuk mengembangkan satu atau lebih kemampuan peserta didik: kemampuan pribadi, sosial, belajar, karir.
(13) Layanan Penguasaan Konten: Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan pribadi, seperti:
— Mengatur jadwal kegiatan sehari-hari: di rumah, di sekolah, di luar rumah/sekolah.
— Menyampaikan kondisi diri sendiri kepada orang lain
— Mengambil keputusan
— Menggunakan waktu senggang
— Memperkuat ibadat keagamaan
— Mengendalikan diri
— Berpikir dan bersikap positif; apresiatif
— Mematuhi peraturan lalu-lintas
(14) Layanan Penguasaan Konten: Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sosial, seperti:
— Cara berbicara dengan orang yang berbeda-beda (teman sebaya, orang yang lebih tua, anggota keluarga)
— Kemampuan pidato
— Menyampaikan pendapat secara lugu (assertive) kepada orang lain
— Mendengar, memahami dan merespon secara tepat dan positif pendapat orang lain
— Melihat kebaikan orang lain dan mengekspresikannya
— Menulis surat persahabatan
— Mengucapkan salam; terima kasih; meminta maaf
— Kemampuan berdiskusi; bermusyawarah
(15) Layanan Penguasaan Konten: Kompetensi dan kebiasaan dalam kegiatan dan penguasaan bahan, seperti:
— Menyusun jadwal
— Bertanya/menjawab di dalam kelas
— Meringkas materi bacaan
— Menyusun kalimat efektif dalam paragraf
— Menyusun laporan kegiatan/tugas diklat
— Menyusun makalah
(16) Layanan Penguasaan Konten: Kompetensi dan kebiasaan dalam pengembangan karir, seperti:
— Menyalurkan bakat, minat, kegemaran yang mengarah ke karir tertentu
— Memelihara perabotan rumah tangga: pakaian, perabot, peralatan listrik
— Memperbaiki peralatan sederhana
— Menyusun lamaran pekerjaan; curriculum vitae
— Mempertimbangkan dan memilih pekerjaan
— Mempertimbangkan dan memilih pendidikan sesuai dengan arah karir
(17), (18), (19), dan (20) Layanan Konseling Perorangan:
Materi yang dibahas dalam layanan konseling perorangan tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu, melainkan akan diungkapkan oleh klien ketika layanan dilaksanakan. Apapun masalah yang diungkapkan oleh klien (masalah pribadi, sosial, diklat, ataupun karir), maka masalah itulah yang dibahas dalam layanan konseling perorangan. Dalam hal ini konselor dapat memanggil peserta didik (yaitu peserta didik yang menjadi tanggung jawab asuhannya) untuk diberikan layanan konseling untuk masalah tertentu (masalah pribadi, sosial, diklat, atau karir), namun konselor harus lebih mengutamakan masalah yang dikemukakan sendiri oleh peserta didik yang menerima layanan konseling perorangan.
(22) Layanan Bimbingan Kelompok: Topik tentang kemampuan dan kondisi pribadi, seperti:
— Potensi diri
— Kiat menyalurkan bakat, minat, kegemaran, hobi
— Kebiasaan sehari-hari di rumah, kegiatan rutin, membantu orang tua, diklat Sikap terhadap narkoba, KKN, pembunuhan, perkosaan, perang
— Sikap terhadap bencana alam, kecelakaan, HAM, kemiskinan, anak terlantar
— Perbedaan individu

(22) Layanan Bimbingan Kelompok: Topik tentang kemampuan dan kondisi hubungan sosial, seperti:
— Hubungan muda-mudi
— Suasana hubungan di sekolah: antarsiswa, guru-siswa, antarpersonil sekolah lainnya
— Peristiwa sosial di masyarakat: demo brutal, bentrok antarwarga
— Peranan RT/RW
— Toleransi, solidaritas
(23) Layanan Bimbingan Kelompok: Topik tentang kemampuan, kegiatan dan hasil diklat, seperti:
— Kiat-kiat diklat, diklat sendiri,diklat kelompok
— Sikap terhadap mata diklat, tugas/PR, suasana diklat di sekolah, perpustakaan, laboratorium
— Sikap terhadap hasil ulangan, ujian
— Masalah menyontek dalam ulangan/ujian
— Pemanfaatan buku diklat
(24) Layanan Bimbingan Kelompok: Topik tentang pengembangan karir, seperti:
— Hidup adalah untuk bekerja
— Pengembangan etos kerja.
— Masa depan kita; masalah pengangguran; lowongan pekerjaan; PHK
— Memilih pekerjaan; memilih pendidikan lanjutan
— Masalah TKI/TKW
(25), (26), (27), dan (28) Layanan Konseling Kelompok:
Seperti untuk layanan konseling perorangan, materi yang dibahas dalam konseling kelompok tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu oleh konselor, melainkan akan dikemukakan oleh masing-masing anggota kelompok. Apapun masalah yang diungkapkan oleh anggota kelompok tersebut, dan terpilih untuk dibicarakan (apakah masalah pribadi, sosial, diklalt ataupun karir) itulah yang dibahas melalui layanan konseling kelompok. Dalam hal ini konselor dapat mengikutsertakan seorang atau lebih peserta didik yang diasuhnya untuk menjadi anggota kelompok dan menjalani layanan konseling kelompok dengan masalah tertentu (masalah pribadi, sosial, diklat , atau karir) dan dapat mengupayakan agar masalah tersebut dapat dibahas, namun konselor harus lebih mengutamakan masalah yang dipilih oleh kelompok untuk dibahas dalam konseling kelompok.
(29), (30), (31), (32) Layanan Konsultasi:
Seperti untuk layanan konseling perorangan, materi yang dibahas dalam layanan konsultasi tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu oleh konselor, melainkan akan dikemukakan oleh konsulti ketika layanan berlangsung. Apapun masalah yang diungkapkan oleh konsulti tentang peserta didik yang hendak dibantunya (apakah masalah pribadi, sosial, diklat , atau karir) itulah yang dibahas dalam layanan konsultasi. Konselor dapat memperkirakan apa yang hendak dikemukakan oleh konsulti untuk dibahas dalam layanan konsultasi, namun konselor harus mengutamakan pembahasan masalah yang dikemukakan sendiri oleh konsulti.
(33), (34), (35), (36) Layanan Mediasi:
Masalah yang menyebabkan perselisihan pada dasarnya adalah masalah sosial. Dalam hal ini layanan mediasi pertama-tama menangani hubungan sosial di antara pihak-pihak yang berselisih. Dalam pelaksanaan layanan mediasi boleh jadi akan muncul masalah pribadi, masalah diklat, masalah karir, dan masalah sosial lainnya yang perlu ditangani oleh konselor.
(37), (38), (39), (40) Aplikasi Instrumentasi:
Instrumen tes dan nontes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah pribadi, sosial, diklat, dan karir bentuk dan isinya bermacam-macam, seperti:
— Tes Inteligensi
— Tes Bakat
— Inventori Minat Karir
— Inventori Kreativitas
— Inventori Kepribadian: Self-Esteem; Locus of Control
— Inventori Hubungan Sosial
— Inventori Tahap Perkembangan
— Sosiometri
— Alat Ungkap Masalah: Masalah Belajar, dan Masalah-masalah lainnya
— Tes Hasil Diklat
— Tes Diagnostik
Masing-masing instrumen di atas ada yang mengukur atau mengungkapkan satu atau lebih kondisi diri peserta didik: kondisi diri pribadi, hubungan sosial, kemampuan belajar, dan atau arah/kemampuan karir.
(41) Himpunan Data: Data perkembangan, kondisi dan lingkungan diri pribadi, seperti:
— Identitas diri
— Potensi dasar: inteligensi, bakat, minat
— Identitas keluarga
— Riwayat kesehatan
— Catatan anekdot (kejadian khusus)
— Masalah diri pribadi

(42) Himpunan Data: Data perkembangan, kondisi hubungan dan lingkungan sosial, seperti:
— Sosiogram
— Teman dekat
— Data hubungan sosial
— Masalah sosial
(43) Himpunan Data: Data kemampuan, kegiatan dan diklat, seperti:
— Nilai hasil diklat
— Data kegiatan diklat
— Riwayat pendidikan
— Masalah diklat
(44) Himpunan Data: Data kemampuan, arah dan persiapan karir, seperti:
— Pekerjaan orang tua/keluarga
— Bakat-minat karir, jurusan yang diambil
— Masalah karir
(45) Konferensi Kasus: Masalah pribadi, seperti:
— Sering absen, membolos
— Tingkah laku menyimpang, nakal
(46) Konferensi Kasus: Masalah sosial, seperti:
— Suka menyendiri
— Menganggu teman
(47) Konferensi Kasus: Kasus masalah diklat, seperti:
— Menganggu suasana kelas ketika sedang belajar
— Lalai mengerjakan PR
— Nilai diklat rendah
— Sulit mengikuti diklat
(48) Konferensi Kasus: Masalah karir, seperti:
— Masalah penjurusan
— Pilihan karir
— Kegiatan praktik, magang, PSG
(49), (50), (51), (52) Kunjungan Rumah:
Kegiatan kunjungan rumah dapat membawa satu atau lebih masalah peserta didik (masalah pribadi, sosial, diklat, dan atau karir) untuk dibicarakan dengan orang tua dan atau keluarga.
(53) Tampilan Kepustakaan: Materi bacaan, film, rekaman vidio dan audio tentang perkembangan dan kehidupan pribadi, seperti:
— Tahap-tahap perkembangan
— Tugas-tugas perkembangan
— Penampilan dan pengembangan bakat, minat, kegemaran
— Kehidupan keagamaan
— Bahan relaksasi
— Motivasi berprestasi
— Otobiografi: Kisah orang-orang sukses
(54) Tampilan Kepustakaan: Materi bacaan, film, rekaman vidio dan audio tentang kemampuan hubungan sosial, seperti:
— Suasana hubungan “Saya Oke, Kamu juga Oke”
— Kiat bergaul
— Kepemimpinan
— Mengatasi konflik dengan win-win solution
(55) Tampilan Kepustakaan: Materi bacaan, film, rekaman vidio dan audio tentang kemampuan dan kegiatan diklat, seperti:
— Kiat diklat di sekolah
— Panduan menulis makalah
— Bagaimana menyiapkan diri untuk ulangan/ujian
— Diklat r secara mandiri
— Belajar kelompok
(56) Tampilan Kepustakaan: Materi bacaan, film, rekaman vidio dan audio tentang arah dan kehidupan karir, misalnya:
— Apa bakat dan karir Anda?
— Informasi karir
— Panduan penjurusan
— Panduan memilih sekolah lanjutan
— Lowongan pekerjaan
— Keselamatan kerja
— Kiat sukses dalam karir
(57), (58), (59), (60), Alih Tangan Kasus:
Materi alih tangan kasus merupakan pendalaman terhadap masalah pribadi, sosial, diklat, dan atau karir peserta didik yang semula ditangani oleh konselor, dan selanjutnya memerlukan penanganan oleh pihak lain yang berkeahlian/berkewenangan.


PROGRAM TAHUNAN
PELAYANAN KONSELING

SEKOLAH/MADRASAH : SMK Muhammadiyah 4 TAHUN : 2007/2008
TINGKAT/ PROG.KEAHLIAN : 1, 2, 3 OT dan GP KONSELOR : Rahman, S.Pd

No

Kegiatan
Materi Bidang Pengembangan
Semester I (Juli-Desember 2007)
Semester II (Januari-Juni 2008)
Pribadi
Sosial
Diklat
Karir
Pribadi
Sosial
Diklat
Karir
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1.
Layanan Orientasi
Obyek-obyek pengembangan pribadi

Obyek-obyek pengembangan hubungan sosial

Obyek-obyek pengembangan kemampuan diklat

Obyek-obyek implementasi karir

Obyek-obyek pengembangan pribadi

Obyek-obyek pengembangan hubungan sosial

Obyek-obyek pengembangan kemampuan diklat

Obyek-obyek implementasi karir



(1)
(2)
(3)
(4)
(1)
(2)
(3)
(4)
2.
Layanan Informasi
Informasi tentang perkembangan,potensi, kemampuan dan kondisi diri

Informasi tentang potensi, kemampuan dan kondisi hubungan sosial

Informasi tentang potensi, kemampuan, kegiatan dan hasil diklat

Informasi tentang potensi, kemampuan, arah dan kondisi karir

Informasi tentang perkembangan,potensi, kemampuan dan kondisi diri

Informasi tentang potensi, kemampuan dan kondisi hubungan sosial

Informasi tentang potensi, kemampuan, kegiatan dan hasil diklat


Informasi tentang potensi, kemampuan, arah dan kondisi karir



(5)
(6)
(7)
(8)
(5)
(6)
(7)
(8)
3.
Layanan Penempatan/Penyaluran

Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan pribadi
Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan sosial
Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan diklat

Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan karir
Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan pribadi
Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan sosial
Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan diklat


Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan karir



(9)

(10)
(11)
(12)
(9)
(10)
(11)
(12)





No

Kegiatan
Materi Bidang Pengembangan
Semester I (Juli-Desember 2007)
Semester II (Januari-Juni 2008)
Pribadi
Sosial
Diklat
Karir
Pribadi
Sosial
Diklat
Karir
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
4.
Layanan Penguasaan Konten
Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan pribadi

Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sosial

Kompetensi dan kebiasaan dalam kegiatan dan penguasaan bahan diklat

Kompetensi dan kebiasaan dalam pengembangan karir

Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan pribadi

Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sosial

Kompetensi dan kebiasaan dalam kegiatan dan penguasaan bahan diklat

Kompetensi dan kebiasaan dalam pengembangan karir



(13)
(14)
(15)
(16)
(13)
(14)
(15)
(16)
5.
Layanan Konseling Perorangan
Masalah pribadi: dalam kehidupan pribadi
Masalah pribadi: dalam kehidupan sosial
Masalah pribadi: dalam kemampuan kegiatan dan hasil diklat
Masalah pribadi: dalam pengembangan karir
Masalah pribadi: dalam kehidupan pribadi
Masalah pribadi: dalam kehidupan sosial
Masalah pribadi: dalam kemampuan kegiatan dan hasil diklat

Masalah pribadi: dalam pengembangan karir


(17)
(18)
(19)
(20)
(17)
(18)
(19)
(20)
6.
Layanan Bimbingan Kelompok
Topik tentang: Kemampuan dan kondisi pribadi

Topik tentang: Kemampuan dan kondisi hubungan sosial
Topik tentang: Kemampuan, kegiatan dan hasil diklat

Topik tentang: Kemampuan dan arah karir

Topik tentang: Kemampuan dan kondisi pribadi

Topik tentang: Kemampuan dan kondisi hubungan sosial
Topik tentang: Kemampuan, kegiatan dan hasildiklat
Topik tentang: Kemampuan dan arah karir



(21)
(22)
(23)
(24)
(21)
(22)
(23)
(24)
7.
Layanan Konseling Kelompok
Masalah pribadi: dalam kehidupan pribadi

Masalah pribadi: dalam kehidupan sosial
Masalah pribadi: dalam kemampuan kegiatan diklat
Masalah pribadi: dalam pengembangan karir
Masalah pribadi: dalam kehidupan pribadi

Masalah pribadi: dalam kehidupan sosial
Masalah pribadi: dalam kemampuan kegiatan diklat
Masalah pribadi: dalam pengembangan karir


(25)
(26)
(27)
(28)
(25)
(26)
(27)
(28)
8.
Layanan Konsultasi
Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi
Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan sosial
Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan diklat
Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik dalam pengembangan karir
Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi
Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan sosial
Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan diklat
Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik dalam pengembangan karir


(29)
(30)
(31)
(32)
(29)
(30)
(31)
(32)
9.
Layanan Mediasi
---
Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih
---
---
---
Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih

---
---


(33)
(34)
(35)
(36)
(33)
(34)
(35)
(36)
10.
Aplikasi Instrumentasi
Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah pribadi peserta didik

Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah hubungan sosial peserta didik

Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah belajar peserta didik

Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah karir peserta didik

Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah pribadi peserta didik

Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah hubungan sosial peserta didik

Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah belajar peserta didik

Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah karir peserta didik



(37)
(38)
(39)
(40)
(37)
(38)
(39)
(40)
11.
Himpunan Data
Data perkembangan, kondisi dan lingkungan diri pribadi
Data perkembangan, kondisi hubungan dan lingkungan sosial
Data kemampuan, kegiatan dan hasil diklat
Data kemampuan, arah dan persiapan karir
Data perkembangan, kondisi dan lingkungan diri pribadi
Data perkembangan, kondisi hubungan dan lingkungan sosial

Data kemampuan, kegiatan dan hasil diklat
Data kemampuan, arah dan persiapan karir


(41)
(42)
(43)
(44)
(41)
(42)
(43)
(44)
12.
Konferensi Kasus
Pembahasan kasus-kasus masalah pribadi tertentu yang dialami peserta didik



Pembahasan kasus-kasus masalah sosial tertentu yang dialami peserta didik

Pembahasan kasus-kasus masalah belajar tertentu yang dialami peserta didik

Pembahasan kasus-kasus masalah karir tertentu yang dialami peserta didik

Pembahasan kasus-kasus masalah pribadi tertentu yang dialami peserta didik

Pembahasan kasus-kasus masalah sosial tertentu yang dialami peserta didik

Pembahasan kasus-kasus masalah belajar tertentu yang dialami peserta didik

Pembahasan kasus-kasus masalah karir tertentu yang dialami peserta didik




(45)
(46)
(47)
(48)
(45)
(46)
(47)
(48)
13.
Kunjungan Rumah
Pertemuan dengan orang tua, keluarga, peserta didik yang mengalami masalah pribadi

Pertemuan dengan orang tua, keluarga, peserta didik yang mengalami masalah sosial

Pertemuan dengan orang tua, keluarga, peserta didik yang mengalami masalah diklat

Pertemuan dengan orang tua, keluarga, peserta didik yang mengalami masalah karir

Pertemuan dengan orang tua, keluarga, peserta didik yang mengalami masalah

Pertemuan dengan orang tua, keluarga, peserta didik yang mengalami masalah

Pertemuan dengan orang tua, keluarga, peserta didik yang mengalami masalah

Pertemuan dengan orang tua, keluarga, peserta didik yang mengalami masalah



(49)
(50)
(51)
(52)
(49)
(50)
(51)
(52)
14.
Tampilan Kepustakaan
Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan pribadi
Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kemampuan sosial
Bacaan dan rekaman tentang kemampuan dan kegiatan diklat

Bacaan dan rekaman tentang arah dan kehidupan karir
Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan pribadi
Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kemampuan sosial
Bacaan dan rekaman tentang kemampuan dan kegiatan diklat

Bacaan dan rekaman tentang arah dan kehidupan karir


(53)
(54)
(55)
(56)
(53)
(54)
(55)
(56)
15.
Alih Tangan Kasus
Pendalaman penanganan masalah pribadi
Pendalaman penanganan masalah sosial
Pendalaman penanganan masalah diklat

Pendalaman penanganan masalah karir
Pendalaman penanganan masalah pribadi
Pendalaman penanganan masalah sosial
Pendalaman penanganan masalah diklat
r
Pendalaman penanganan masalah karir


(57)
(58)
(59)
(60)
(57)
(58)
(59)
(60)



Mengetahui, Samarinda, Desember 2007
Kepala SMK ISTIQOMAH MUHAMMADIYAH 4 Konselor




Drs. Sudiono Ngadimun, MM Rahman, S.Pd










PROGRAM SEMESTER
PELAYANAN KONSELING

SEMESTER : II (GENAP)
SEKOLAH/MADRASAH : SMK Muhammadiyah 4 BULAN : JANUARI - JUNI
TINGKAT/ PROG KEAHLIAN : 1,2,3 OT dan GP KONSELOR : Rahman, S.Pd


No

Kegiatan
Materi Bidang Pengembangan
Semester II (JANUARI – JUNI 2008)
Bulan I
Bulan II
Bulan III
Bulan IV
Bulan V
Bulan VI
1.
Layanan Orientasi
Fasilitas olahraga dan rekreasi

Lingkungan sosial
Fasilitas perpustakaan; laboratorium
Lingkungan alam
Lingkungan sekitar sekolah
Lingkungan budaya; kerja


(1)
(2)
(3)
(1)
(2)
(4)
2.
Layanan Informasi
Penjurusan di SMk
Informasi karir terkait dengan jurusan di SMK

Informasi potensi diri
Informasi perkembagan diri
Informasi kegiatan diklat
Informasi hasil sosiometri


(5) dan (8)
(8)
(5)
(5)
(7)
(6)
3.
Layanan Penempatan/Penyaluran
Penempatan/penya-luran sesuai kebutuhan siswa

Penempatan/penya-luran sesuai kebutuhan siswa
Penempatan/penya-luran sesuai kebutuhan siswa
Penempatan/penya-
luran sesuai kebutuhan siswa
Penempatan/penya-
luran sesuai kebutuhan siswa
Penempatan/penya-
luran sesuai kebutuhan siswa


(9,10, 11)
(9,10, 11)
(9,10, 11)
(9,10, 11)
(9,10, 11, 12)
(9,10, 11, 12)
4.
Layanan Penguasaan Konten
Kompetensi dan kebiasaan kehidupan pribadi/sosial

Kompetensi dan kebiasaan kehidupan pribadi/sosial
Kompetensi dan kemampuan kebiasaan kegiatan diklat
Kompetensi dan kebiasaan kegiatan diklat
Kompetensi dan kebiasaan kegiatan diklat
Kompetensi dan kebiasaan kehidupan karir


(13, 14)
(13, 14)
(15)
(15)
(15)
(16)
5.
Layanan Konseling Perorangan

Masalah pribadi
Masalah pribadi
Masalah pribadi
Masalah pribadi
Masalah pribadi
Masalah pribadi




(17, 18, 19, 20)

(17, 18, 19, 20)

(17, 18, 19, 20)

(17, 18, 19, 20)

(17, 18, 19, 20)

(17, 18, 19, 20)








No

Kegiatan
Materi Bidang Pengembangan
Semester II (JANUARI – JUNI 2008)
Bulan I
Bulan II
Bulan III
Bulan IV
Bulan V
Bulan VI
6.
Layanan Bimbingan Kelompok

Topik tentang: Tahun ajaran baru
Topik tentang: Kemampuan diri
Topik tentang: Kemampuan sosial
Topik tentang: Kegiatan diklat
Topik tentang: Hasil diklat
Topik tentang: Arah karir


(21, 22, 23)
(21)
(22)
(23)
(23)
(24)
7.
Layanan Konseling Kelompok
Masalah pribadi/sosial/diklat/ karir
Masalah pribadi/sosial/ diklat /karir
Masalah pribadi/sosial/diklat /karir
Masalah pribadi/sosial/ diklat /karir
Masalah pribadi/sosial/diklat /karir
Masalah pribadi/sosial/ diklat /karir


(25, 26, 27, 28)
(25, 26, 27, 28)
(25, 26, 27, 28)
(25, 26, 27, 28)
(25, 26, 27, 28)
(25, 26, 27, 28)
8.
Layanan Konsultasi

Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik

Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik
Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik
Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik
Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik
Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik


(29, 30, 31, 32)
(29, 30, 31, 32)
(29, 30, 31, 32)
(29, 30, 31, 32)
(29, 30, 31, 32)
(29, 30, 31, 32)
9.
Layanan Mediasi

Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih

Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih
Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih
Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih
Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih
Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih


(31, 34, 35, 36)
(31, 34, 35, 36)
(31, 34, 35, 36)
(31, 34, 35, 36)
(31, 34, 35, 36)
(31, 34, 35, 36)
10.
Aplikasi Instrumentasi

Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah peserta didik

Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah peserta didik

Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah peserta didik

Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah peserta didik

Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah peserta didik

Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah peserta didik



(37, 38, 39, 40)
(37, 38, 39, 40)
(37, 38, 39, 40)
(37, 38, 39, 40)
(37, 38, 39, 40)
(37, 38, 39, 40)
11.
Himpunan Data
Data perkembangan, kondisi dan lingkungan pribadi/sosial/ diklat / karir

Data perkembangan, kondisi dan lingkungan pribadi/sosial/ diklat / karir

Data perkembangan, kondisi dan lingkungan pribadi/sosial/ diklat / karir

Data perkembangan, kondisi dan lingkungan pribadi/sosial/ diklat / karir

Data perkembangan, kondisi dan lingkungan pribadi/sosial/ diklat / karir

Data perkembangan, kondisi dan lingkungan pribadi/sosial/ diklat / karir


(41,42, 43, 44)
(41,42, 43, 44)
(41,42, 43, 44)
(41,42, 43, 44)
(41,42, 43, 44)
(41,42, 43, 44)



No

Kegiatan
Materi Bidang Pengembangan
Semester II (JANUARI – JUNI 2008)
Bulan I
Bulan II
Bulan III
Bulan IV
Bulan V
Bulan VI
12.
Konferensi Kasus
Pembahasan kasus-kasus tertentu yang dialami peserta didik
Pembahasan kasus-kasus tertentu yang dialami peserta didik
Pembahasan kasus-kasus tertentu yang dialami peserta didik
Pembahasan kasus-kasus tertentu yang dialami peserta didik
Pembahasan kasus-kasus tertentu yang dialami peserta didik
Pembahasan kasus-kasus tertentu yang dialami peserta didik


(45, 46, 47, 48)
(45, 46, 47, 48)
(45, 46, 47, 48)
(45, 46, 47, 48)
(45, 46, 47, 48)
(45, 46, 47, 48)
13.
Kunjungan Rumah

Pertemuan dengan orang tua, keluarga peserta didik yang mengalami masalah pribadi/sosial/ diklat r/karir.

Pertemuan dengan orang tua, keluarga peserta didik yang mengalami masalah pribadi/sosial/ diklat/ karir.

Pertemuan dengan orang tua, keluarga peserta didik yang mengalami masalah pribadi/sosial/ diklat /karir.

Pertemuan dengan orang tua, keluarga peserta didik yang mengalami masalah pribadi/sosial diklat /karir.

Pertemuan dengan orang tua, keluarga peserta didik yang mengalami masalah pribadi/sosial/ diklat / karir.

Pertemuan dengan orang tua, keluarga peserta didik yang mengalami masalah pribadi/sosial/ diklat /karir.



(49, 50, 51, 52)
(49, 50, 51, 52)
(49, 50, 51, 52)
(49, 50, 51, 52)
(49, 50, 51, 52)
(49, 50, 51, 52)
14.
Tampilan Kepustakaan
Bacaan dan rekaman tentang perkembangan/ kehidupan/kegiatan pribadi/sosial/ diklat /karir

Bacaan dan rekaman tentang perkembangan/ kehidupan/kegiatan pribadi/sosial/ diklat /karir
Bacaan dan rekaman tentang perkembangan/ kehidupan/kegiatan pribadi/sosial/ diklat /karir
Bacaan dan rekaman tentang perkembangan/ kehidupan/kegiatan pribadi/sosial/ diklat / karir
Bacaan dan rekaman tentang perkembangan/ kehidupan/kegiatan pribadi/sosial/ diklat / karir
Bacaan dan rekaman tentang perkembangan/ kehidupan/kegiatan pribadi/sosial/ diklat /karir


(53, 54, 55, 56)
(53, 54, 55, 56)
(53, 54, 55, 56)
(53, 54, 55, 56)
(53, 54, 55, 56)
(53, 54, 55, 56)
15.
Alih tangan Kasus
Pendalaman penanganan masalah pribadi/sosial diklat / karir

Pendalaman penanganan masalah pribadi/sosial/ diklat / karir

Pendalaman penanganan masalah pribadi/sosial/ diklat /karir

Pendalaman penanganan masalah pribadi/sosial/ diklat /karir

Pendalaman penanganan masalah pribadi/sosial/ diklat /karir

Pendalaman penanganan masalah pribadi/sosial/ diklat /karir



(57, 58, 59, 60)
(57, 58, 59, 60)
(57, 58, 59, 60)
(57, 58, 59, 60)
(57, 58, 59, 60)
(57, 58, 59, 60)

Mengetahui, Samarinda, Desember 2007
Kepala SMK ISTIQOMAH MUHAMMADIYAH 4 Konselor




Drs. Sudiono Ngadimun, MM Rahman, S.Pd
PROGRAM MINGGUAN
PELAYANAN KONSELING

SEKOLAH/MADRASAH : SMK Muhammadiyah 4 BULAN : Desember 2007
TINGKAT/ PROG, KEAHLIAN : I, II, III OT dan GP MINGGU : II (10-16 Desember 2007)
KONSELOR : Rahman, S.Pd
No
Kegiatan
Materi Bidang Pengembangan
Pribadi
Sosial
Belajar
Karir
1
2
3
4
5
6
1.
Layanan Orientasi
-
-
-
-
2.
Layanan Informasi
-
-
Penjurusan bagi siswa SMK





(8)

3.
Layanan Penempatan/Penyaluran
-
-
-
-
4.
Layanan Penguasaan Konten
-
-
-
-
5.
Layanan Konseling Perorangan
Masalah Kehidupan pribadi*)
(17)
Masalah hubungan sosial*)
(18)
Masalah diklat*)
(19)
Masalah karir*)
(20)
6.
Layanan Bimbingan Kelompok
-
Teman baru
(22)
Memasuki tahun diklat baru
(27)

7.
Layanan Konseling Kelompok
Masalah kehidupan pribadi*)
(17)
Masalah hubungan sosial*)
(18)
Masalah diklat
(19)
Masalah karir*)
(20)
8.
Layanan Konsultasi
-
-
-
-
9.
Layanan Mediasi
-
-
-
-
10.
Aplikasi Instrumentasi
Pengungkapan masalah**)
Pengungkapan masalah**)
Pengungkapan masalah**)
Pengungkapan masalah**)


(37, 38, 39, 40)
(37, 38, 39, 40)
(37, 38, 39, 40)
(37, 38, 39, 40)
11.
Himpunan Data




12.
Konferensi Kasus
-
-
-
-
13.
Kunjungan Rumah
-
-
-
-
*) Tergantung pada siswa yang datang/memerlukan layanan
**) Dengan menggunakan AUM UMUM
***) Menggunakan dan menambah koleksi yang ada14.
Tampilan Kepustakaan
***)
***)
***)
***)
15.
Alih Tangan Kasus
-
-
-
-
Samarinda, Desember 2007
Konselor


Rahman, S.PdLampiran 3 : Rencana Program Harian Pelayanan Konseling

PROGRAM HARIAN
PELAYANAN KONSELING



SEKOLAH/MADRASAH
:
:SMK Muhammadiyah 4
· Satuan Layanan(SATLAN)
· Satuan Kegiatan Pendukung (SATKUNG)
BULAN
:
Desember 2007

TINGKAT/ PROGRAM KEAHLIAN
:
I, II, III OT dan GP
MINGGU
:
II (10-16 Desember)



KONSELOR
:
Rahman, S.Pd

No.
Tanggal/
Waktu
Jam
Pemb
Sasaran Kegiatan
Kegiatan
Layanan/Pendukung
Materi Kegiatan
Alat Bantu
Tempat
Pelaksana
Keterangan
1
2

3
5
4
6
7
8
9
1.

2
Tingkat I OT 1
Aplikasi intrumentasi
Pengungkapan masalah umum
AUM Umum Format SMK
Ruang kelas
Konselor
Hasil langsung diolah melalui program komputer





(37, 38, 39, 40)




2.

2
Tingkat III OT 2
Aplikasi intrumentasi
Pengungkapan masalah umum
AUM Umum Format SMK
Ruang kelas
Konselor
Hasil langsung diolah melalui program komputer





(37, 38, 39, 40)




3.

2
Tingkat I GP 1
Aplikasi intrumentasi
Pengungkapan masalah umum
AUM Umum Format SMK
Ruang kelas
Konselor
Hasil langsung diolah melalui program komputer





(37, 38, 39, 40)




4.

2
Tingkat III GP 2
Aplikasi intrumentasi
Pengungkapan masalah umum
AUM Umum Format SMK
Ruang kelas
Konselor
Hasil langsung diolah melalui program komputer





(37, 38, 39, 40)




5.

2
Tingkat II GP 1
Layanan Informasi
Penjurusan bagi siswa SMK
Film tentang kegiatan praktikum di laboratorium
Ruang Kelas
Konselor
Layanan pertama secara klasikal





(5), (6), (7), (8)




6.

2
Klp. Ii/II GP/OT
Layanan Bimbingan Kelompok

Memasuki tahun ajaran baru
KTSP Tingkat II SMK dan buku wajib
Ruang Perpustakaan sekolah
Konselor
Layanan kelompok pertama





(27)






7.

2
III OT/GP

Layanan Konseling Perorangan*)

-
Ruang Konseling
Konselor
-





(19)




8.



2






Klp. II/2 GP
Layanan Bimbingan Kelompok

Memasuki tahun ajaran baru
KTSP Tingkat II AK dan buku wajib
Ruang Perpustakaan sekolah
Konselor dan Wali kelas
Layanan kelompok pertama
9.

2
Klp. II/ II OT I

Layanan Konseling Kelompok
Bakat untuk memasuki program akuntansi
KTSP Tingkat II SMK dan buku wajib
Ruang Konseling Kelompok
Konselor dan Wali kelas
Kelompok membahas masalah pribadi seorang anggota kelompok





(29)




10.

2
BUDI
Layanan Konseling Perorangan *)
*)
-
Ruang Konseling
Konselor
-





(19)




11.

2
Klp. II/II GP

Layanan Bimbingan Kelompok

Memasuki tahun ajaran baru
KTSP tingkat II SMK dan buku wajib
Ruang Perpustakaan sekolah
Konselor dan Wali kelas
Layanan kelompok pertama

*) Sudah ada perjanjian terlebih dahulu dan materi layanan dikemukakan pada awal pelaksanaan layanan
Samarinda, Desember 2007
Konselor


Rahman, S.Pd

























Lampiran 4 : Contoh Lapelprog
LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM
PELAYANAN KONSELING
BULAN : Desember 2007
MINGGU : III (17-22 Desember 2007)
KONSELOR : Rahman, S.Pd
SEKOLAH/MADRASAH : SMK Muhammadiyah 4
TINGKAT/PROGRAM : I, II, III OT dan GP




No.
Tanggal Kegiatan
Jam
Pemb.
Sasaran Kegiatan
Kegiatan Layanan/Pendukung
Materi Kegiatan
Evaluasi

Hasil
Proses
1.

2
Tingkat II OT 1
Aplikasi intrumentasi
Pengungkapan masalah umum
· Laiseg: Siswa memahami tujuan pengungkapan masalah dan sangat mengharapkan hasil-hasilnya
· Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu kemudian
Pengadministrasikan AUM berjalan lancar; lembar jawaban diolah dan hasilnya akan disampaikan kepada siswa seminggu kemudian








2.

2
Tingkat II OT II
Aplikasi intrumentasi
Pengungkapan masalah umum
· Laiseg: Siswa memahami tujuan pengungkapan masalah dan sangat mengharapkan hasil-hasilnya

Pengadministrasikan AUM berjalan lancar; seorang siswa tidak hadir; lembar jawaban diolah dan hasilnya akan disampaikan seminggu kemudian kepada siswa.








3.

2
Tingkat II GP 1
Aplikasi intrumentasi
Pengungkapan masalah umum
· Laiseg: Siswa memahami tujuan pengungkapan masalah dan sangat mengharapkan hasil-hasilnya
· Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu kemudian
Pengadministrasikan AUM berjalan lancar; siswa banyak bertanya; lembar jawaban diolah dan hasilnya disampaikan kepada siswa seminggu kemudian








4.

2
Tingkat II GP 2
Aplikasi intrumentasi
Pengungkapan masalah umum
· Laiseg: Siswa memahami tujuan pengungkapan masalah dan sangat mengharapkan hasil-hasilnya
· Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu kemudian
Pengadministrasikan AUM berjalan lancar; seorang siswa terlambat sehingga diberi waktu tersendiri; lembar jawaban diolah dan hasilnya disampaikan kepada siswa seminggu kemudian.








5.

2
Tingkat III GP 1
Layanan Informasi
Penjurusan bagi siswa SMK
· Laiseg: Siswa memahami arah penjurusan
· Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu kemudian
Penyajian disertai diskusi dengan partisipasi aktif siswa



6




2



Klp. I/ II GP 2




Layanan Bimbingan kelompok




Memasuki tahun ajaran baru



· Laiseg: Anggota kelompok memahami tuntutan kelas baru
· Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu kemudian



Siswa gembira mengikutinya; kekurangan waktu karena hari semakin sore; kesempatan berikutnya membahas topik lain.
7.

2
OT/GP
Layanan Konseling perorangan
Kemampuan melanjutkan pelajaran
· Laiseg: Siswa dengan senang hati memahami dan berupaya memenuhi tuntutan menjalani Tingkat II OTdi SMK
· Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu kemudian
Agak terganggu oleh suasana di luar ruangan konseling; kesempatan berikutnya membahas masalah siswa lain.
8.

2
Klp. II/ II OT/GP
Layanan Bimbingan Kelompok
Memasuki tahun ajaran baru
· Laiseg: Anggota kelompok memahami tuntutan kelas baru
· Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu kemudian
Siswa gembira mengikutinya; kekurangan waktu karena hari semakin sore; kesempatan berikutnya membahas topik lain.
9.

2
Klp. I/I OT/ GP
Layanan Konseling Kelompok
Bakat untuk memasuki program OT/GP
· Laiseg: Siswa tidak perlu ragu tentang kecocokan dirinya untukprogram akuntansi
· Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu kemudian

Anggota kelompok secara aktif memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi siswa yang masalahnya dibahas. Kesempatan berikutnya membahas masalah siswa lain.

10.

2
ADE
Layanan Konseling Perorangan
Pengenalan Diri
· Laiseg: Siswa menunda kependahannya serta memahami dan berupaya memenuhi tuntutan menjalani tingkat II AK di SMK
· Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu kemudian
Agak terganggu oleh suasana di luar ruangan konseling; perlu bicara dengan orang tua.

11.

2
Klp. II/II GP/OT

Layanan Bimbingan Kelompok
Memasuki tahun ajaran baru
· Laiseg: Siswa tidak perlu ragu tentang kecocokan dirinya untuk proram akuntasi
· Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu kemudian
Siswa antusias; mereka banyak menampilkan pengalaman pribadi. Kesempatan berikutnya membahas topik lain.

Samarinda, Desember 2007

Ttd

Rahman, S.Pd





Lampiran 5
Volume Kegiatan Mingguan
Pelayanan Konseling

1. Volume kegiatan mingguan konselor disusun dengan memper-hatikan :

a. Peserta didik yang diasuh seorang konselor : 150 orang

b. Jumlah jam pembelajaran wajib : sesuai peraturan yang
berlaku

c. Satu kali kegiatan layanan atau pendukung
konseling ekuivalen dengan : 2 jam pembelajaran

2. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas kegiatan mingguan seorang konselor minimal berupa 9 (sembilan) kali kegiatan (layanan atau pendukung) tiap-tiap satu minggu

3. Semua kegiatan (minimal) mingguan tersebut secara langsung ditujukan kepada seluruh peserta didik (150 orang) yang diasuh konselor.

4. Semua kegiatan (minimal) mingguan tersebut diselenggarakan di dalam kelas/sewaktu jam pembelajaran berlangsung dan atau di luar kelas/di luar jam pembelajaran.

5. Kegiatan pelayanan konseling, baik berupa layanan maupun pendukungnya, yang diselenggarakan di dalam maupun di luar jam pembelajaran dalam satu minggu dihitung ekuivalensinya dengan jam pembelajaran mingguan.









Lampiran 6: Jenis dan Frekwensi Layanan yang Diterima Peserta Didik

LAYANAN KONSELING
YANG DITERIMA PESERTA DIDIK


SEKOLAH/MADRASAH: SMK Muhammadiyah 4 SEMESTER : II (Januari-Juni 2008)
Tingkat : I KONSELOR : Rahman, S.Pd




Jenis Layanan
Orien
tasi
Infor
masi
Penem/
peny
Peng
kont
Kons peror
Bimb klp
Kons klp
Konsul
tasi
Medi
asi
Jml
1












2












3












4












5












6












7












8












9












10












11












12












13












14












15












16












17












18












19












20












21












22












23












24












25












26












27












28












29












30












31












32












33












34












35












36












Keterangan
— Layanan Orientasi dilaksanakan di luar kelas/lapangan
— Layanan Informasi/Penempatan Penyaluran/Penguasaan Konten dilaksanakan di dalam kelas
— Layanan Konseling Perorangan dilaksanakan secara perorangan di luar kelas
— Layanan Bimbingan Kelompok/Konseling Kelompok dilaksanakan di luar kelas, dan dengan pengaturan tertentu dapat dilaksanakan pada jam pembelajaran di kelas
— Layanan Konsultasi/Mediasi dilakukan di luar kelas



Samarinda, Desember 2007
Konselor

Ttd

Rahman, S.Pd






Lampiran 7 : Contoh Laporan Nilai Hasil Kegiatan Layanan Konseling

NILAI HASIL
LAYANAN KONSELING

SEKOLAH/MADRASAH: SMK Muhammadiyah 4 SEMESTER : II (Januari-Juni 2008)
TINGKAT : I KONSELOR : Rahman, S.Pd
No.
N a m a
NIS
Nilai
Keterangan
1.




2.




3.




4.




5.




6.




7.




8.




9.




10.




11.




12.




13.




14.




15.




16.




17.




18.




19.




20.




21.




22.




23.




24.




25.




26.




27.




28.




29.




30.




31.




32.




33.




34.




35.




36.




Keterangan: Samarinda, Desember 2007
·
Konselor

Ttd

Rahman, S.PdPenilaian difokuskan pada kehadiran siswa dalam
pelaksanaan pelayanan konseling, hasil penguasaan
materi, pelayanan orientasi, informasi dan penguasaan
konten, hasil laiseg, laijapen, dan laijapang
· Nilai yang diberikan hanya ada dua kategori :
Nilai A berarti memuaskan
Nilai B berarti memadai
· Kolom keterangan diisi PK (perhatian khusus) apabila
siswa yang bersangkutan masih perlu mendapat
perhatian khusus.

· Penilaian ini bersifat pengembangan dan tidak untuk menentukan kenaikan kelas





Lampiran 8 : Rincian Kewajiban Konselor

KONSELOR YANG BERTUGAS DI SEKOLAH/MADRASAH DIWAJIBKAN MENGUASAI DAN MENYELENGGARAKAN HAL-HAL BERIKUT:
1. Menguasai spektrum pelayanan pada umumnya, khususnya pelayanan profesional konseling
a. Konselor menguasai spektrum pelayanan pada umumnya, yaitu pelayanan dasar, pelayanan pengembangan, dan pelayanan teraputik.
1) Pelayanan dasar dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik yang paling elementer, yaitu kebutuhan makan dan minum, udara segar, dan kesehatan, serta kebutuhan hubungan sosio-emosional. Orang tua dan orang-orang yang dekat (significant persons) memiliki peranan paling dominan dalam pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik.
2) Pelayanan pengembangan dimaksudkan mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan tahap-tahap dan tugas-tugas perkembangannya. Dengan pelayanan pengembangan yang cukup baik peserta didik akan dapat menjalani kehidupan dan perkembangan dirinya dengan wajar, tanpa beban yang memberatkan, memperoleh penyaluran bagi pengembangan potensi yang dimiliki, serta menatap masa depan dengan cerah. Upaya pendidikan pada umumnya merupakan pelaksanaan pelayanan pengembangan bagi peserta didik. Di sekolah/madrasah, konselor, guru, dan tenaga kependidikan memiliki peran dominan dalam penyelenggaraan pengembangan terhadap peserta didik.
3) Pelayanan teraputik dimaksudkan untuk menangani pemasalahan yang diakibatkan oleh gangguan terhadap pelayanan dasar dan pelayanan pengembangan. Permasalahan tersebut dapat terkait dengan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kehidupan keluarga, kegiatan belajar, karir, serta kehidupan keberagamaan. Dalam upaya menangani permasalahan peserta didik, konselor memiliki peran dominan. Peran konselor dapat menjangkau aspek-aspek pelayanan dasar dan pengembangan.

b. Konselor menguasai spektrum pelayanan profesional konseling, meliputi:
1) Wawasan keilmuan, keterampilan keahlian, kode etik, dan organisasi profesi konseling.
2) Paradigma, visi dan misi pelayanan konseling
3) Bidang pelayanan konseling
4) Fungsi, prinsip, dan asas konseling
5) Jenis layanan, kegiatan pendukung, dan format pelayanan konseling
6) Operasionalisasi kegiatan konseling terhadap berbagai sasaran pelayanan

2. Merumuskan dan menjelaskan peran profesional konselor kepada pihak-pihak terkait, terutama peserta didik, pimpinan sekolah/madrasah, sejawat pendidik, dan orang tua
a. Sejak awal bertugas di sekolah/madrasah, konselor merumuskan secara konkrit dan jelas tugas dan kewajiban profesionalnya dalam pelayanan konseling, meliputi:
1) Struktur pelayanan konseling
2) Program pelayanan konseling
3) Pengelolaan program pelayanan konseling
4) Evaluasi hasil dan proses pelayanan konseling
5) Tugas dan kewajiban pokok konselor.
b. Hal-hal sebagaimana tersebut pada butir a dijelaskan kepada peserta didik, pimpinan, dan sejawat pendidik di sekolah/madrasah, dan orang tua secara profesional dan proporsional.

3. Melaksanakan tugas pelayanan profesional konseling yang setiap kali dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan, terutama pimpinan sekolah/madrasah, orang tua, dan peserta didik.
a. Unsur-unsur pokok dalam tugas pelayanan konseling di sekolah/madrasah:
1) Jumlah peserta didik yang diasuh seorang konselor 150 orang. Konselor wajib memberikan pelayanan konseling kepada seluruh peserta didik yang diasuhnya sesuai kebutuhan dan masalah masing-masing.
2) Program tahunan, semesteran, bulanan, mingguan, dan kegiatan harian pelayanan konseling. Program-program ini disusun secara proporsional dan berkesinambungan antarkelas dan antarjenjang kelas di sekolah/madrasah.
3) SATLAN, SATKUNG, dan LAPELPROG. Seluruh program kegiatan direncanakan, dilaksanakan, dilaporkan secara tertulis dan didokumentasikan.
4) Pelayanan terhadap masing-masing peserta didik yang diasuh sebanyak minimal 10 (sepuluh) kali kegiatan pelayanan konseling setiap semester. Konselor melayani seluruh peserta didik asuhannya; tanpa kecuali.
5) Jumlah jam pembelajaran wajib pelayanan konseling seminggu ekuivalen dengan jam pembelajaran wajib guru. Jumlah jam pembelajaran wajib ini dihitung perbulan dengan menggunakan Format Perhitungan Jam Kegiatan Pelayanan Konseling di Sekolah/Madrasah.
b. Tugas yang mengandung unsur-unsur pokok sebagaimana tersebut di atas merupakan “perjanjian kerja” yang wajib dilaksanakan oleh konselor dan secara berkala dipertanggungjawabkan kepada pimpinan sekolah/madrasah.

4. Mewaspadai hal-hal negatif yang dapat mengurangi keefektifan pelayanan profesional konseling
a. Hal-hal berikut ini perlu dicegah untuk tidak terjadi atau tidak dilakukan oleh konselor:
1) Tercerderainya asas kerahasiaan, karena konselor secara langsung ataupun tidak langsung mengemukakan hal-hal berkenaan dengan diri peserta didik yang tidak boleh atau tidak layak diketahui orang lain.
2) Memberikan label kepada peserta didik, baik perorangan maupun kelompok, dengan cara apapun, yang berkonotasi negatif terhadap peserta didik yang bersangkutan.
3) Bertindak laksana “polisi sekolah” yang memata-matai ataupun mencari-cari kesalahan peserta didik, seperti bertindak sebagai piket keamanan, perazzia, pencari pencuri. Dalam hal ini, konselor dapat menerima peserta didik yang terjaring dalam kegiatan “kepolisian sekolah” yang dilakukan oleh pihak lain, untuk mendapatkan pelayanan konseling.
4) Membuat ataupun menyetujui dibuatnya “surat perjanjian” dengan peserta didik yang berkonotasi atau berakhir pada sanksi ataupun hukuman tertentu. Dalam hal ini, konselor dapat menerima peserta didik yang telah membuat perjanjian dengan pihak lain, untuk mendapatkan pelayanan konseling agar terhindar dari sanksi ataupun hukuman sebagaimana dinyatakan dalam “surat perjanjian”.
5) Kondisi tempat ataupun ruang kerja konselor yang dapat mengganggu kesukarelaan, ketenangan, dan terjaminnya kerahasiaan peserta didik yang datang kepada konselor untuk mendapatkan pelayanan konseling.
b. Hal-hal sebagaimana tersebut pada butir a sejak awal disampaikan oleh konselor kepada pihak-pihak terkait, terutama peserta didik, sejawat pendidik, dan pimpinan sekolah/madrasah untuk mendapatkan dukungan dan faslitas dalam mewujudkannya.

5. Mengembangkan kemampuan profesional konseling secara berkelanjutan
a. Pengembangan kemampuan profesional konselor dapat dilaksanakan melalui:
1) Pengawasan kegiatan pelayanan konseling di sekolah/madrasah, baik yang dilaksanakan secara interen oleh pimpinan sekolah/madrasah, maupun oleh Pengawas Sekolah Bidang Konseling.
2) Diskusi profesional yang diikuti oleh para konselor sekolah/madrasah (dalam satu sekolah/madrasah ataupun antarsekolah/madrasah) untuk membahas kasus-kasus peserta didik.
3) Partisipasi dalam kegiatan keorganisasian profesi konseling
4) Pendidikan dalam jabatan (seperti penataran) dan pendidikan lanjutan dalam bidang konseling.
5) Kegiatan dalam rangka kredensialisasi untuk sertifikasi, akreditasi, dan atau lisensi dalam bidang konseling.

b. Untuk terlaksananya hal-hal sebagaimana tersebut pada butir a konselor membicarakannya dengan pimpinan sekolah/madrasah dan pihak-pihak lain berkenaan dengan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pelaporannya.


ISIAN FORMAT
Lampiran 9 aPERHITUNGAN JAM KEGIATAN
PELAYANAN KONSELING DI SEKOLAH/MADRASAH

SEKOLAH/MADRASAH : SMK Muhammadiyah 4 BULAN : Januari 2008
TINGKAT/PROGRAM : I, II, III OT dan GP KONSELOR : Rahman, S.Pd


No
Jenis Kegiatan
Minggu I
Minggu II
Minggu III
Minggu IV
Jumlah
Frek
Ek.Jp
Frek
Ek.Jp
Frek
Ek.Jp
Frek
Ek.Jp
Frek
Ek.Jp
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
1.
Layanan Orientasi










2.
Layanan Informasi










3.
Layanan Penempatan/Penyaluran










4.
Layanan Penguasaan Konten










5.
Layanan Konseling Perorangan










6.
Layanan Bimbingan Kelompok










7.
Layanan Konseling Kelompok










8.
Layanan Konsultasi










9.
Layanan Mediasi










10.
Aplikasi Instrumentasi










11.
Konferensi Kasus










12.
Kunjungan Rumah











Jumlah










Samarinda, Desember 2007
Konselor

Ttd

Rahman, S.Pd
Rata-rata perminggu: ∑ JP/4 = 22/1 = 22 JP

Keterangan :
--- Kegiatan pendukung Himpuan Data, Tampilan Kepustakaan, dan Alih
Tangan Kasus tidak diperhitungkan ke dalam jam pembelajaran
--- Frek = Frekuensi banyaknya kegiatan layanan/pendukung
--- JP = Jam Pembelajaran
--- Ek.Jp = Ekuivalensi Jam Pembelajaran
*) Libur
**) Pekan Orientasi
Lampiran 9 b




ISIAN FORMAT
PERHITUNGAN JAM KEGIATAN
P E L A Y A N A N K O N S E L I N G DI SEKOLAH/MADRASAH


SEKOLAH/MADRASAH
: SMK Muhammadiyah 4


BULAN
:Jaanuari 2008


TINGKA/PROGRAM
: I, II, III OT dan GP


KONSELOR
:Rahman, S.Pd




:







No.

Jenis Kegiatan
Minggu
Minggu
Minggu
Minggu
Jumlah


I
II
III
IV


Frek
Ek.Jp
Frek
Ek.Jp
Frek
Ek.Jp
Frek
Ek.Jp
Frek
Ek.Jp
1

Layanan Orientasi










2

Layanan Informasi










3

Layanan Penempatan/Penyaluran










4

Layanan Penguasaan Konten










5

Layanan Konseling Perorangan










6

Layanan Bimbingan Kelompok










7

Layanan Konseling Kelompok










8

Layanan Konsultasi










9

Layanan Mediasi










10

Aplikasi Instrumentasi










11

Konferensi Kasus










12

Kunjungan Rumah












Jumlah













Rata-rata per minggu : JP/4 = ..... /4 = ..... JP
Keterangan:





Samarinda, Januari 2007
---

Kegiatan pendukung Himpunan Data, Tampilan Kepustakaan, dan Alih Tangan Kasus tidak diperhitungkan ke dalam jam pembelajaran
Konselor

Ttd



---

Frek = Frekkuensi banyaknya kegiatan layanan/pendukung dilaksanakan

( Rahman, S.Pd )


---

PJ = Jam Pembelajaran


























Lampiran 10: Rambu-rambu Rencana Kegiatan Ekstra Kurikuler

ISI RENCANA KEGIATAN


1. Jenis kegiatan 1)

2. Waktu kegiatan 2)

3. Sasaran: peserta didik yang akan dikenai kegiatan3)

4. Rangkaian kegiatan 4)

5. Tempat kegiatan: sekolah/madrasah sendiri, dan atau sekolah/ madrasah yang menyelenggarakan kegiatan yang sama, dan atau tempat lain.

6. Peralatan yang digunakan: sesuai dengan karakteristik jenis kegiatan.

7. Pelaksana: pelaksana utama dan pihak-pihak lain yang terlibat.

8. Pengorganisasian kegiatan 5)



Keterangan:

1) Pilih salah satu jenis kegiatan ekstra kurikuler yang akan diselenggarakan: Kepramukaan, LKDS, PMR, Paskibra, KIR, Lomba/keberbakatan/pretasi olahraga, seni dan budaya, teater, cinta alam, jurnalistik, keagamaan, seminar, lokakarya.

2) Sesuai dengan waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler yang dimaksud.

3) Peserta didik yang dikenai kegiatan ekstra kurikuler dapat berasal dari satu atau dari sejumlah sekolah/madrasah.

4) Rangkaian kegiatan disesuaikan karakteristik jenis kegiatan kurikuler.

5) Sesuai dengan karakteristik jenis kegiatan ekstra kurikuler. Jika diperlukan dapat dibentuk kepanitiaan tersendiri.












Lampiran 11: Rambu-rambu Pelaksanaan Kegiatan Ekstra Kurikuler



ISI PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Rekrutmen peserta kegiatan 1)

2. Penyiapan perlengkapan dan peralatan: sesuai dengan tahap-tahap kegiatan.

3. Penyiapan pelaksana kegiatan.

4. Kegiatan awal: menyiapkan peserta untuk dapat melaksanakan kegiatan inti.

5. Kegiatan inti: sesuai dengan substansi untuk mencapai tujuan kegiatan.

6. Kegiatan akhir.

7. Evaluasi 2)



Keterangan:

1) Berdasarkan kebutuhan, potensi, bakat, dan atau minat peserta didik yang menjadi ciri khas dari jenis kegiatan ekstra kurikuler dimaksud.

2) Evaluasi terhadap hasil dan proses penyelenggaraan tahap-tahap pelaksanaan kegiatan. Dalam evaluasi dihasilkan kualitas pencapaian peserta didik berkenaan dengan kegiatan yang dimaksud





















Lampiran 12: Rambu-rambu Laporan Kegiatan Ekstra Kurikuler



ISI LAPORAN KEGIATAN


1. Jenis kegiatan

2. Waktu kegiatan

3. Sasaran kegiatan

4. Tahap-tahap kegiatan

5. Hasil evaluasi: termasuk di dalamnya evaluasi hasil dan proses kegiatan

6. Faktor penunjang dan pendukung

7. Rekomendasi



Keterangan:

Laporan disampaikan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya.
























Lampiran 13: Contoh Laporan Keikutsertaan Peserta Didik dalam Kegiatan Ektra Kurikuler

KEIKUTSERTAAN PESERTA DIDIK
DALAM KEGIATAN EKTRA KURIKULER


SEKOLAH/MADRASAH: SMK Muhammadiyah 4 SEMESTER : II (Januari-Juni 2008)
TINGKAT : I Penanggung Jawab :Drs. Mustaqorobin




Jenis Kegiatan
PS
BASKET
PMR
Paskibra
KIR
Karate
Rohis
Jurna-
listik
Lain-lain
Jml
1












2












3












4












5












6












7












8












9












10












11












12












13












14












15












16












17












18












19












20












21












22












23












24












25












26












27












28












29












30












31












32












33












34












35












36












Samarinda, Desember 2007
Penanggung Jawab

Ttd

(Drs. Mustaqorobin )






Lampiran 14: Nilai Peserta Didik dalam Kegiatan Ektra Kurikuler

NILAI PESERTA DIDIK
DALAM KEGIATAN EKTRA KURIKULER


SEKOLAH/MADRASAH: SMK Muhammadiyah 4 SEMESTER : II (Januari-Juni 2008)
TINGKAT : I Penanggung Jawab : Drs. Mustaqorobin



Jenis Kegiatan
PS
BASKET
PMR
Paskibra
KIR
KARATE
ROHIS
Jurnalistik
Lain-lain
Jml
1












2












3












4












5












6












7












8












9












10












11












12












13












14












15












16












17












18












19












20












21












22












23












24












25












26












27












28












29












30












31












32












33












34












35












36












Keterangan:
· Penilaian difokuskan pada kehadiran peserta didik dalam
kegiatan dan kualitasan keikutsertaannya.
· Nilai diberikan dalam tiga kategori:
Nilai A berarti baik sekali
Nilai B berarti baik
Niai C berarti cukup
· Penilaian ini bersifat pengembangan dan tidak untuk menentukan kenaikan kelas

Samarinda, Desember 2007
Penanggung jawab

Ttd

(Drs. Mustaqorobin)









0 komentar: